Teguran yang Sangat Lembut

 


Allah Menegurku Secara Sangat Lembut

Sekitar bulan Mei 2023, aku mendapati Dammar sering berkedip saat melihat tv. Durasi nonton dikurangi dengan penuh drama, hingga akhirnya sakit gigi datang dan pipinya membengkak, matanya juga semakin sering berkedip. Kecurigaan semakin memuncak dan setelah giginya mendapat perawatan, kami membawa Dammar ke Dokter Mata. Diperiksalah, ternyata menurut mesin pemeriksaan mata Dammar silindris. Meski sudah menduga tapi tetap saja kaget dan seolah tak percaya. Sedih, kecewa dan semua rasa bercampur aduk ditambah drama tetes mata yang harus dilakukan 3 dan 4 jam sekali menjadi persengitan antara ayahnya dan Dammar. Aku tau dibalik sikap santai ayahnya, didalam dirinya juga sama dengan ku. Pemikiranku menerawang andai aku tak membiarkannya menonton tv terlalu lama, andai aku tak menjadikan tv sebagai penyelamat saat ada jadwal kelas online, andai indihome tidak di pasang, andai aku bisa memfokuskan waktu bersama Dammar untuk berkegiatan lebih banyak ketimbang menonton tv. Terbayang ingatan ketika Dammar aku biarkan menonton hingga berlama – lama. Tapi aku terus saja berdalih semua itu memiliki waktu yang terbatas, dia tidak menggunakan hp, layar tv besar, dan segala macam untuk mencari kebenaran.

 

Banyak bertanya saat bertemu dokter, banyak juga membaca tentang cylindris di artikel dan kesimpulannya adalah factor utamanya adalah bawaan mata yang tidak normal, jika ada pengaruh  dengan gaya hidup dan kebiasaan itu pemicunya. Ya tetap aku sebagai ibu adalah factor pemicu utamanya. Aku lalai, namun aku juga tidak boleh menyalahkan diri terlalu keras, karena dibalik itu Allah ingin menegurku dengan cara yang sangat lembut.

 

Aku menyadari betul jika seandainya mata Dammar “minus”, pemicu dan penyebab utamanya bukan karena bawaan mata melainkan kebiasaannya nonton dll. Namun Allah  memberikan Dammar cylindris yang disesbabkan bawaan matanya, dan itu adalah ketetapan Allah SWT, yang tak meungkin aku tolak. Tapi sebagai ibu aku juga bersalah. Maafkan hamba ya Robb.

 

Setelah bertemu dengan dokter specialis  mata, diresepin obat tetes mata dan dijadwalkan konsul kembali 2 minggu kemudian. Setelah 2 minggu berlalu aku tau Dammar akan menggunakan kaca mata sebagai alat bantu.

 

Tapi tetap saja, aku  masih merasa bersalah atas semua ini. Setelah pemeriksaan lebih lanjut didapatlah mata dammar cylindris dengan bawaan hypermetropi atau plus. Awalnya aku mengira kok bisa plus, sudah wanti wanti apakah dampingan cylindrisnya adalah minus, ternyata sekali lagi Allah SWT  menegurku dengan sangat lembut.

“hai desi, jelas kau punya andil salah, jelas kau juga ingin mencari pembenaran, ini sudah ketentuanKu, sudah tak perlu terus menyalahkan dan mencari pembenaran, ikhlas menerima qadarallah, dan perbaiki dirimu, sayangi Dammar, upayakan sebaik yang kau bisa untuk amanah yang Aku Titipkan”

 

Kurang lebih begitulah seolah dialog ku dengan Allah SWT dari kejadian ini. Kemudain kami pergi untuk membelih kaca mata, drama pemilihan kaca mata juga terjadi, hingga berbagai upaya aku lakukan  kala itu.

Ya Allah mudahkan lah segala yang sulit, yang Allah lancarkan lah segala yang mudah untuk Dammar. Kini Dammar hanya menonton maksimal 30 menit sehari, namun PR ku adalah memperbanyak kegiatan sehingga Dammar tidak merasa bosen.

Kini kedipan Dammar yang awalnyasering, Alhamdulillah setelah 6 bulan lebih memakai kaca mata, menggunakan tetes mata, dan mengkonsumsi vitamin mata, akhirnya kedip - kedipnya jauh sangat berkurang. Sesekali muncul ketika mata sudah mengantuk dan cahaya lampu kamar masih menyala.

 

Allah tak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita.

Bismillah

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi 5 Tahun Menjadi Ibu

Nostalgia Diri

Bangga Berkarir Menjadi Ibu Rumah Tangga