Bangga Berkarir Menjadi Ibu Rumah Tangga
Menjadi seorang Ibu Rumah Tangga adalah hal yang saya dambakan jauh sebelum menikah. Namun saat menjalani peran seorang ibu rumah tangga saya merasa banyak hal yang menyesakkan. Tak jarang saya merasa iri dengan kehidupan orang lain, saya mulai tidak percaya diri ketika mendengar kata – kata “kok ngak kerja? Sayang ya ijazahnya”, saya mulai menangis saat anak saya menangis, saya mulai kesal saat suami saya berkata “kok berserakan kali rumah, ngapain aja sih!”, saya mulai marah saat orang membandingkan anak saya dengan anak lain. Saya mulai tidak percaya diri dengan peran saya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ya itu nyata saya alami saat 1 tahun pertama menjadi seorang ibu.
Perlahan saya mulai menyadari dan menerima diri yang sedang menjalankan amanah yang sangat mulia, yakni menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu. Betapa dalam sehari saya memiliki kesempatan menuai amal kebaikan yang sangat banyak, hanya dengan syarat ikhlas dan bahagia dalam menjalinya. MasyaAllah. Saya mulai menata diri sedikit demi sedikit, perlahan lahan saya menguatkan tekad untuk mengembalikan kepercayaan diri saya menjadi seorang Ibu Rumah Tangga.
“Sejatinya seorang ibu adalah ibu pekerja, bekerja diranah domestik, bekerja diranah publick maupun keduanya” sebuah kata – kata penuh makna yang saya dapatkan sejak bergabung menjadi member ibu Profesional. Dan saya kini tidak lagi membandingkan diri saya dengan ibu lain. Saya mulai menuntaskan keinginan saya dan saya benar benar ingin berkarir dari rumah untuk dunia. Dengan penuh kebanggaan. Bagaimana caranya?
1. Bersyukur
Memunculkan kebanggan ketika kita lelah, letih dan bosan adalah hal yang sulit. Maka dari itu berhenti sejenak, ambil jeda dan kebanggan perlahan muncul apabila kita bersyukur untuk apa yang telah kita miliki saat ini.
Melihat kembali wajah suami, batapa banyak wanita yang ingin menemukan jodohnya dan menikah, batapa banyak wanita yang bersedih karena harus berpisah dengan suaminya. Betapa beruntungnya dirimu saat ini?
Melihat wajah anak yang Alhamdulillah pertumbuhannya baik, menjadi ibu adalah anugrah yang luar biasanya yang karena tangisan pertama seorang anak, ibu juga ikut menangis tanda kebahagia, betapa syukur mulai kita ucapkan, Alhamdulillah
Melihat diri sendiri yang meski tak berdandan cantik namun Allah memberi kesempatan untuk melakukan banyak amal kebaikan setiap hari, dari mata terbuka disubuh hari hingga nanti terpejam dan tak jarang harus terbangun di malam hari untuk melakukan banyak hal untuk keluarga tercinta. Memasak untuk keluarga, membersihkan rumah, membersamai anak, dan banyak hal lain yang kita lakukan memang membuat kita lelah, namun coba kita pikir kembali, untuk siapa lelah ini? Ya untuk memperoleh keridhoan sang Ilahi. Semoga lelah ini menjadi lillah , semoga Allah menerima segala amal kebaikan kita, Aamiin
Perlahan kebanggan akan hadir dalam diri seorang ibu, ditambah lagi di dalam Ash-Shahihain dari Abdullah bin Umar Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan diminta pertanggungjawaban, seorang imam adalah pemimpin dan ia nanti akan diminta pertanggungjawaban, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia nanti akan diminta pertanggung jawabannya, seorang wanita adala pemimpin di rumah suaminya dan ia nanti akan diminta pertanggungjawabannya.”
Dari sabda tersebut saya menemukan semangat bahwa sebagai seorang pribadai saya adalah pemimpin, yang perannya begitu besar, tidak lah pantas seorang pemimpin berkecil hati, apalagi hingga kehilangan kebanggan akan peran mulia menjadi seorang ibu rumah tangga.
“Saya Bersyukur dan saya bangga menjadi ibu rumah tangga”
2. 2. Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi dan Berdampak
Kelima hal tersebut adalah value Ibu Profesional, dimana saya mulai menemukan semangat baru dalam diri untuk menjalani peran sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Bagaimana kita ingin mengajarkan anak – anak kita jika seorang ibunya tak memulai untuk belajar. Saya memulai belajar dari banyak hal sederhana, dari banyak hal yang saya belum kuasai, hingga saat ini saya terus belajar. Karena sejatinya yang namanya belajar adalah proses dari tidak tau, tidak bisa, hingga tidak ahli menjadi tau, bisa dan bahkan menjadi ahli dibidangnya. Saat ini saya berproses untuk menjadi Ibu Rumah Tangga yang Profesioanal, bersungguh sungguh dengan proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik.
Berkembang adalah hal yang luas pemaknaannya, saya memulai dengan bertanya kembali kepada dirinya tentang apa yang saya sukai, apa yang tidak saya sukai, apa yang ingin saya lakukan, apa yang ingin saya pelajari, dan banyak pertanyaan yang saya ajukan untuk diri saya sendiri untuk memulai langkah baru yang luar biasa. Karena menjadi seorang ibu membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Dan selayaknya didukung oleh sekitarnya.
Selanjutnya seorang ibu rumah tangga mampu berkarya dari banyak hal yang dilakukannya dalam kesehariannya kemudian berbagi dan berdampak. Di era digital ini hal tersebut adalah hal yang mudah dilakukan seorang ibu, maka dari itu seorang ibu bisa mulai berbagi dan berdampak dari dalam rumah untuk keluarga kecilnya dan setelahnya juga dapat berdampak untuk para ibu lain.
“Sesungguhnya sebaik – baiknya manusia adalah yang memberi manfaat untuk orang lain”
- Nabi Muhammad SAW
3. 3. Memulai dari Hal yang kita suka
Mari sama – sama kita hilangkau jauh –jauh pemikiran berkarir hanya dilakukan dari kantor, dimana kita harus meninggalkan rumah untuk bekerja. Bekerja. Saat ini berkarir dapat dilakukan dari rumah. Banyak hal yang bisa dimulai dalam merintis karir bagi seorang ibu rumah tangga. Coba tanyakan kembali apa passion diri, apa minat diri, apa bakat yang diri kita miliki. Jika hal tersebut belum kita ketahui banyak waktu yang untuk kita mulai dari awal.
Jika kita sudah mengetahui hal tersebut, kita bisa memulai karir dari hal tersebut. Saya suka berbelanja maka saya memulai karir dengan berjualan online sesuai dengan kebutuhan anak saya baik itu buku hingga mainan anak.
Berkarir dari rumah juga tidak hanya dengan berjualan online ya, banyak hal lain misalnya, jika seorang ibu suka menulis, bisa memulai karir dengan menulis blog hingga yakin suatu saat akan datang kesempatan menulis buku sendiri, jika seorang ibu suka desain bisa berkarir dalam dunia desain yang saat ini banyak dilakukan ibu rumah tangga diluar sana hanya dari rumah.
Disaat anak tidur, seorang ibu melakukan hal yang disukai dan dihargai pula. Namun perlu kita sepakti bahwa definisi karir bukan berarti harus menghasilkan materi ya, bisa juga karir disini yang bersifat sukarela. Dan yang utama dalam berkarir adalah kebahagiaan menjalaninya serta urusan keluarga adalah yang utama. Jadi jangan sampai kesibukan mengurus karir membuat kita lupa akan tugas utama sebagai seorang ibu rumah tangga.
“Urusan anak dan keluarga tetaplah yang utama”
4. Membangun Support Sistem yang baik
Dalam membangun sebuah rumah kita membutuhkan banyak alat dan bahan serta tenaga yang terampil, sama halnya dalam membangun support system yang baik dalam keluarga kita juga membutuhkan banyak hal. Pernah suatu hari saya merasa suami saya tidak mendukung diri saya untuk berkembang, melakukan hal yang saya sukai, membuat diri saya kembali jatuh kelubang kesedihan dan kebanggan diri menjadi seorang ibu rumah tangga memudar.
Ternyata dalam membangun support system hal yang pertama sekali kita lakukan adalah terbuka, setelah itu kita terapkan komunikasi produktif. Saya perlahan mulai terbuka dengan suami, menyampaikan kepada suami saya apa hal – hal yang saya sukai, dan ingin saya lakukan, perlahan – lahan, informasinya sedikit demi sedikit, dan saya mulai merasakan suami saya mulai mendukung segala aktifitas saya diluar urusan domestik.
Missal ketika saya ingin mengikuti kullzoom dihari sabtu pagi, saya akan sampaikan kepada suami beberapa hari sebelumnya bawhwa hari sabtu, pukul sekian saya ada zoom jadi nitip anak untuk 1,5 jam main bersama ayahnya. Meski tak sepenuhnya anak bermain terus bersama ayahnya dan sesekali ingin ikutan ibunya masuk zoom tapi dengan saling mengetahui dan memahami kesibukan masing – masing sudah menjadi awal support system yang baik dalam keluarga.
Tak hanya suami, anak pun juga harus dijadikan support system karena adakalanya memang waktu ibu sepenuhnya dikuasi oleh anak, yang fitrahnya suka bermain bersama orang tua, namun dengan ikhtiar penyampaian yang baik anak saya perlahan mulai memahami kalau ibunya ngezoom anak saya bisa main sendiri. Namun dalam hal ini sebagai seorang ibu kita tidak perlu berekspektasi terlalu tinggi, mari kita turunkan standar kita sebagai seorang ibu yang berkarir dari rumah.
5. Be Creatif Be Positif
Menjadi seorang ibu yang bangga akan perannya akan memunculkan banyak ide kreatif dalam menjalani keseharian baik sebagai pribadi yang ingin berkembang, seorang istri idaman suami, dan seorang ibu kesayangan anak - anak . Kita harus menjadi kreatif dalam banyak hal, mulai dari mengatur waktu, mengatur emosi, mengatur keungan dan tentukan mengatur kesahatan.
Dalam menjalani peran sebagai seorang ibu Rumah Tangga tak jarang pemikiran negatiff akan dating, apalagi saat lelah mengerjakan pekerjaan domestic, mengurus anak, melayani suami, mngembangkan diri, berkarir, dan kegiatan lainnya yang membuat kita ingin menyerah, dan merasa tidak mampu menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Stop! Be positif, mari menarik nafas, dan mengeluarkan nafas perlahan sambil bedzikir.
Tak ada yang mudah untuk sesuatu yang luar biasa, maka sebagai seorang Ibu Rumah Tangga mari kita terus menjaga kebanggan diri kita dalam mengamban peran sebagai seorang Ibu Rumah Tangga, ketika ketidak percayaan diri hadir ingat untuk selalu bersyukur, ketika lelah ingat untuk memberi jada sesaat untuk beristirahat. Seorang Ibu Rumah Tangga adalah manusia biasa, namun perannya sangat luar biasa. Berbuat kesalahan itu wajar namun yang tak wajar adalah menyerah. Mari saling menebar kebanggan dalam berkarir menjadi ibu Rumah Tangga yang bahagia.
#DariRumahUntukDunia
#IbuProfesional
#KonfresnsiIbuPembaharu






Komentar
Posting Komentar