Refleksi 5 Tahun Menjadi Ibu
Sudah lama sekali tidak menungkan isi kepala dalam bentuk tulisan. hari ini mau mengikuti virtual Recruitmen Blog M, butuh waktu lam untuk mengingat apa nama url blog dan bahkan menemukan beberapa blog yang dibuat dengan hanya 1 postingan. ya sangat tidak produktif. Padahal mengenal saat masa kuliah rajin sekali menulis blog hingga tiba saat tangan gatel untuk memencet hapus akun. Dan sekarang tidak ada kata terlambat, saat nya kembali memulai kembali dan berharap jejal tulisan ini akan bermanfaat.
sesuai judul, dibulan ini tepat Dammar berusia 5 tahun, mencoba sejenak merefleksikan diri sebagai seorang ibu. ya ada 2 hal yang sangat berbeda beberapa tahun terakhir ini. tentang Dammar yang sangat berkembang khususnya dari segi bahasa dan pemikiran, yang kedua adalah ibunya yang kian hari semakin tidak sabaran dan semakin mudah marah. sehingga antara Ibu dan Dammar sering terjadi beda pendapat.
Kalau kata bu Risman dalam pematrannya di webinar yang saya ikuti
orang dewasa mengasuh anak - anak, bukan anak - anak mengasuh anak - anak
ya mungkin saat ini ibu Dammar yang menjelma sebagai orang dewasa sesungguhnya bukanlah orang dewasa sesungguhnya, masih kekanakan dan masih ingin selalu dimengerti, khususnya di mengerti oleh Dammar. Sebagai Contoh
ibu mengajarkan Dammar untuk mandiri, dan seketika ibunya ingin Dammar langsung mandiri, ketika Dammar merengek untuk diambilkan botol minum sendiri ibunya menuntut untuk mandiri, berfikir kalau tidak sekarang kapan lagi ditegasi untuk mandiri
padahal bagi seorang anak 5 tahun yang masih ingin dimanja ibu dn ayahnya, mengambl botol minum sendiri mungkin bukan hal yang sulit namun tuntutan ibunya membuat moment mengajarkan kemandirian kepada Dammar tidak berjalan lancar. yang ada anak malah mengingat
ibuku tak sayang aku, ngak mau ambil botol minum untuk ku
jika dalam keadaan happy ibu akan dengan senang hati mengambilkan botol minum tersebut untuk Dammar, namun jika lelah bercampur keegoisan maka ibu akan berubah menjadi monster dengan deretan nasehat tentang kemandirian yang disampaikan kepada Dammar.
Teori parenting seolah berlalu begitu saja, sebenarnya bukan karena tidak aplikatif namun karena tidak di terapkan, tidak diperaktikkan.
Bagaimana Ibu - ibu adakah yang mengalami hal yang sama denganku?
jika sama, mari kita tersenyum karena ternyata fase ini banyak dialami oleh banyak ibu diluar sana. sekarang bukan tentang anak yang bagaimana sikapnya, namun tentang seorang ibu yang bagaimana sikapnya menyikapi sikap anak. apakah ketika anak melakukan hal negatif ibu akan berekasi negatif pula.
bagai hukum tarik menarik magnet adalah pada magnet yang tidak sama kutubnya. maka begitu pula ini menjadi refleksiku bahwa ketika Dammar berada di kutub negatig aku akan menjadi kutib yang positif. agak ikatan ibu dan anak senantiasa berjalan lancar.
Ibu boleh lelah, boleh merasa capek, merasa bosen, merasa kan segala rasa yang muncul. namun cukup kita meyakinkan diri kita untuk terus bertahan bahwa fase ini tak akan lama. akan tiba anak akan bertambah dewasa. fase disaat anak balita atau usia dimana anak ketrgantungan pada ibunya akan berganti dengan fase yang bisa jadi membuat kita rindu akan saat ini. sekali lagi aku ingin berkata pada diriku sendiri
menjadi ibu bukan tentang bagaimana anak kita bersikat melaikan bagaimana kita bersikap. anak adalah peniru ulung, contohkan lah yang baik maka InsyaAllah anakpun akan menjadi versi terbaik dirinya
Komentar
Posting Komentar