Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Masa Putih Abu-Abu

      Untuk kali pertama dalam hidupku aku tidak mengikuti jenjang sekolah abangku, sebelumnya SD sampai SMP aku mengikuti dimana abangku bersekolah, disana pula aku bersekolah. Saat menjelang kelulusan SMP, Kakak sepupuku tinggal dirumah, namanya Kak Tety, Kak Tety ini adalah alumni dari SMA ku. Singkat cerita, mengapa akhirnya aku memetuskan bersekolah di SMA 7 Medan. Yang pertama adalah karena ada ekskul Cheers, ya aku ingin sekali menjadi pemandu sorak seperti FTV dengan kisah anak SMA pemain basket dan anak cheers yang terkenal. Masuk ekskul Cheers adalah salah satu diantara 50 mimpi masa remajaku. Kemudian yang paling membuatku memilih sekolah disana adalah karena angkutan umum menuju sekolah  hanya 1 kali naik angkot, sedangkan beberapa pilihan SMA dekat dari rumah malah harus nyambung angkot. Dan itu sangat tidak aku sukai selama aku dijenjang Sekolah Menengah Pertama. Jelas saja kala mendaftar aku dag dig dug, saat itu masuk sekolah masih sistem rayon, ...

Teguran yang Sangat Lembut

Gambar
  Allah Menegurku Secara Sangat Lembut Sekitar bulan Mei 2023 , aku mendapati Dammar sering berkedip saat melihat tv. Durasi nonton dikurangi dengan penuh drama, hingga akhirnya sakit gigi datang dan pipinya membengkak, matanya juga semakin sering berkedip. Kecurigaan semakin memuncak dan setelah giginya mendapat perawatan, kami membawa Dammar ke Dokter Mata. Diperiksalah, ternyata menurut mesin pemeriksaan mata Dammar silindris. Meski sudah menduga tapi tetap saja kaget dan seolah tak percaya. Sedih, kecewa dan semua rasa bercampur aduk ditambah drama tetes mata yang harus dilakukan 3 dan 4 jam sekali menjadi persengitan antara ayahnya dan Dammar. Aku tau dibalik sikap santai ayahnya, didalam dirinya juga sama dengan ku. Pemikiranku menerawang andai aku tak membiarkannya menonton tv terlalu lama, andai aku tak menjadikan tv sebagai penyelamat saat ada jadwal kelas online, andai indihome tidak di pasang, andai aku bisa memfokuskan waktu bersama Dammar untuk berkegiatan lebih banyak...

Nostalgia Diri

     Aku adalah seorang perempuan biasa yang lahir , tumbuh dan besar di kota Medan. Kota yang menyajikan banyak kuliner, terdiri dari banyak etnis dan kota berjuta kenangan bagiku. Masa kecilku samar terlintas bayangan seorang anak kecil yang disuruh tidur siang, malah bermain di tempat pembuangan sampah dan akhirnya lututnya terkena kaca dan mendapat 7 jahitan. lagi - lagi karena tidak mendengarkan perintah mamakku yang pada saat itu sangat cerewet bagiku. Kala itu rumah kami sedang direnovasi, banyak tumpukan kayu namun aku asik bermain disana. Sendalku bahkan kakiku tertusuk paku yang sudah berkarat. Masa kecilku seperti anak kebanyakan, main masak - masakan dari mulai masak pasir, masak sisa sayur, masak daun - daunan, bunga, hingga pakai masak dengan api dari lilin.       Pernah suatu magrib, dimasa kecilku aku mengganggu nenekku yang sedang solat dan langsung mamakku memegang cabe mengejarku. Berkali - kali aku kena repetan mamakku karena ulahku...